Loading...
Loading...

Kamu Anak Ke 2 Di Keluarga? Baca Dulu 10 Keuntungan Jadi Si Tengah

Loading...
Loading...
784

Menjadi anak ke 2 di keluarga itu tidaklah terlalu menyenangkan karena anak ke 2 tidaklah terlalu menarik perhatian cukup banyak seperti anak sulung atau anak bungsu. Tapi ini bukanlah masalah besar karena di dunia sesungguhnya nanti mental yang kuat sangatlah diperlukan dan anak ke 2 sudah terbiasa dengan tekanan dan “terabaikan”. Karena anak ke 2 terbiasa mandiri justru banyak keuntungan yang ia dapatkan. Penasaran? Berikut 10 keuntungan jadi anak ke 2.

1. Mereka tahu bagaimana menyelesaikan masalah secara efisien



Yang namanya saudara pasti selalu adu pendapat dan anak ke 2 biasanya selalu terjebak di antara perdebatan ini. Baik anak sulung maupun si bungsu ingin anak ke 2 ini memihak mereka. Tapi sebagai pihak “pengamat”, anak ke 2 lebih memilih kedua pihak tersebut dengan pendapat dan pernyataan sendiri yang membuat anak sulung dan bungsu ini “menyerah” dan setuju dengan pendapat anak ke 2.

2. Mereka berani mengambil resiko


Saudara lainnya terbiasa mendapat perhatian sehingga mereka nyaris tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Hal ini justru menjadi keuntungan tersendiri bagi anak ke 2 karena mereka sanggup dan berani mengambil resiko. Mereka tidak membutuhkan persetujuan guru mereka atau orangtua sekalipun. Sehingga ketika anak ke 2 sukses yang lain hanya terkejut bangga.

3. Mereka baik tapi juga mengintimidasi


Tumbuh sebagai anak tengah, mereka tidak punya pilihan selain patuh pada kakak yang lebih tua dan bersikap baik. Karena kakak tertua memiliki 2 atau lebih adik maka ia seolah menjadi “besar kepala” dan berkuasa. Tapi terkadang anak tengah bisa mengambil alih kekuasaan dan bersikap mengintimidasi jika kakak tertua dirasa sudah kelewatan.

Intimidasi seperti ini hanya dilakukan jika memang terpaksa. Padahal anak kedua sesungguhnya sangat baik, kenapa? Karena mereka terbiasa harus bersikap baik juga. Anak paling bungsu dan anak tengah mengerti hal ini karena mereka memiliki saudara yang lebih tua juga. Dengan pengetahuan ini, anak tengah memperlakukan anak bungsu sebagaimana ia ingin diperlakukan oleh si sulung.

4. Mereka lebih bijaksana dengan uang



Karena si sulung dan bungsu biasa dimanja dan mereka sering mendapat jatah uang yang terbatas dari orangtua, mereka menjadi boros pada uang. Sedangkan anak tengah lebih bijaksana dengan uang, mereka cermat dalam membelanjakan uang. Mereka pemilih tapi bukan berarti pelit.

Mereka juga memilih barang berdasarkan kualitas bukan kuantitas. Mereka tidak mudah terbujuk dengan trend dan mereka menerapkan sistem budget dalam pembelanjaan mereka. Ini sangat menguntungkan karena kelak anak ke 2 akan menjadi investor kaya dan enterpreneurs yang sukses.

5. Anak ke 2 cenderung lebih pintar


Anak tengah terbiasa harus belajar lebih giat dari anak sulung tapi mereka juga harus bisa mengajari si bungsu. Merepotkan? Tidak, karena ini malah menguntungkan karena justru malah bisa mengasah otak. Pengalaman ini juga dibawa dan sangat bermanfaat mulai dari urusan sekolah, pekerjaan hingga bisnis. Seperti kata pepatah “sekali menyelam, 2-3 pulau terlampaui” atau istilah kerennya tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

6. Mereka adalah pembuat keputusan yang baik



Ketika si sulung dan bungsu beradu pendapat mengenai rute berpergian, anak tengah akan datang dengan alternatif rute tercepat tentunya dengan perkiraan yang logis. Karena hal inilah anak tengah tidak pernah ikut-ikutan emosi dalam adu pendapat karena ia tahu ujung-ujungnya keputusan berada di tangannya.

7. Mereka seolah tidak memiliki batasan



Karena sering diabaikan, anak tengah seolah tidak punya pilihan untuk bergantung pada putusan sendiri. Mereka jadi lebih mandiri dan sanggup mengambil resiko lebih. Ia tahu hidup tidaklah begitu menakutkan seperti yang dianggap orang lain. Hal ini karena anak tengah terbiasa melihat dari sudut lain dimana orang biasanya takuti.

Mereka tidak terbiasa mendapat perhatian dan persetujuan karena mereka cenderung “diabaikan”. Justru ini membuat anak tengah berpetualang ke dunia yang lebih dalam dan mereka nanti menyadari bahwa dunia tidaklah sepenuhnya menakutkan.

8. Mereka memiliki pengaruh yang kuat



Anak ke 2 terbiasa untuk menghadapi saudaranya yang lain. Mereka sering menjadi pemberi keputusan dimana kedua belah pihak baik si sulung dan si bungsu harus senang. Ini justru menjadi latihan bagi mereka bagaimana untuk bernegoisasi dan akrab dengan orang lain. Dan kemampuan ini mereka manfaatkan untuk bergaul di dunia sosial.

9. Anak ke 2 itu pede tapi gak sombong



Si sulung seperti menjadi yang selalu benar dan si bungsu menjadi yang penurut. Nah, anak tengah tahu kelemahan menjadi terlalu pede yang justru mengarah pada kesombongan. Anak tengah juga tahu bagaimana lemahnya menjadi si penurut. Dan dari sinilah anak tengah belajar untuk menyeimbangkan hal ini. Dia tahu kapan harus berkata bahwa mereka benar atau kapan mereka salah. Tapi, apapun yang dikatakan, ia mengatakannya dengan yakin

10. Anak tengah adalah yang paling produktif



Entah kenapa, si sulung selalu terbiasa menyuruh-nyuruh adiknya untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa ia lalukan sendiri. Sehingga anak sulung terbiasa bermalas-malasan. Karena inilah, si anak tengah-lah yang biasa melakukan ini dan itu termasuk kegiatan rumah seperti berbersih atau belanja.

Untungnya, anak tengah menganggap ini bukanlah hal yang buruk. Karena mereka menganggap ini sebagai latihan fisik dan mental. Hasilnya mereka menjadi jauh lebih produktif dibanding saudara-saudara mereka yang lain. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Jadi untuk kamu yang lahir sebagai anak ke 2 jangan sedih yah karena ternyata banyak juga loh keuntungannya. Tetaplah berusaha dan fokus pada tujuan hidupmu. Cheers!

Iklan Tengah Artikel 1